LAPORAN
PERTANGGUNGJAWABAN
PROGRAM MAGANG
MAHASISWA PADA PERTANIAN
PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM
Oleh:
HASANUDIN
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI)
SILIWANGI GARUT
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Jl. Raya Leles No. 117 Leles-Garut Jawa Barat
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan
kehadirat Allah SWT, karena atas segala limpahan rahmat, karunia dan
pertolongan-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan akhir magang
kerja yang berjudul Pengelolaan Perkebunan timun di Desa Padamulya Kec.
Pasirwangi Garut.
Penulis menyadari telah banyak
menerima bantuan dalam menyelesaikan laporan akhir magang kerja ini, sehingga
penulis tidak lupa menyampaikan ucapan terimakasih banyak atas segala bantuan
serta dukungan yang tulus dan ikhlas dari semua pihak,
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan akhir
magang kerja ini masih terdapat kekurangan sehingga penulis mengharapkan saran
dan masukan untuk penyempurnaannya.
Akhirnya penulis berharap semoga laporan akhir magang
ini dapat diterima dan dilaksanakan sebagaimana mestinya.
Garut, Desember 2014
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1.1.
Latar Belakang
1.1.2.
Tujuan Praktek Lapang
1.1.3.
Tempat dan Waktu Praktek Kerja Lapang
1.1.4.
Metode Praktek Kerja Lapang
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Botani Tanaman Timun
2.2. Syarat-Syarat
Tumbuh Tanaman Timun
BAB111 KEADAAN UMUM DAERAH PRAKTEK KERJA
LAPANGAN
3.1. Keadaan Iklim
3.2.Topografi
3.3. Jenis
Tanah
3.4. Keadaan
penduduk
BAB IV BUDIDAYA TANAMAN TIMUN ( Cucumis Stivus.L)
4.1.Pengolahan tanah
4.2. Benih
4.3. penanaman
4.4. Pemeliharaan
4.5. Pemanenan
BAB V PEMBAHASAN
5.1.Pengolahan Tanah
5.2. Benih
5.3. Penanaman
5.5. Hama dan
Penyakit
5.6.
Pemanenan dan hasil
5.7. Rincian Biaya
BAB VI KESIMPULAN
DAN SARAN
6.1. Kesimpulan
6.2. Saran-Saran
BAB I
I.PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
Meskipun bukan
merupakan tanaman asli di Indonesia.Timun sudah sangat dikenal oleh masyarakat
Indonesia. Jenis sayuran dengan mudah dapat di temukan di seluruh pelosok
Indonesia. Timun berasal dari bahagian Utara India kemudian masuk kewilayah
mediteran yaitu China pada tahun 1882 Decondolle memasukan tanaman ini kedalam
daftar tanaman asli India dan di China timun baru dikenal 2 abad masehi. Jenis
timun tersebut yaitu sejenis timun liar yang dikenal dengan nama ilmiah
Cucucmis Hardwichini Royle.
Timun atau
bonteng (Cucumis sativus. L) merupakan tanaman semusim yang bersifat
menjalar atau memanjat dengan perantaraan alat pemegang yang berbentuk pilin
(spiral). Panjang batangnya 0,5m-1,5m. Timun sangatlah digemari oleh setiap
orang , walaupun tidak merupakan bahan sayuran. Buahnya segar jika
dimakan dan rasanya dingin serta banyak mengandungi vitamin A,B, dan C.
Timun dapat tumbuh di dataran rendah maupun di dataran tinggi sampai ketinggian
1.000m diatas permukaan laut. Akan tetapi yang terbaik didataran rendah orang
banyak bertanam timun. Luas penanaman timun di Indonesia berkisar 13.500-17.500
hektar.
Berdasarkan uraian di atas. Maka penyusun tetarik untuk mengadakan praktek
kerja lapang (PKL) tentang budidaya timun agar dapat menghasilkan produksi yang
optimal.
Praktek kerja
lapang ini bertujuan :
1. Sebagai salah
satu syarat untuk menyelesaikan tugas magang wirausaha
2. Untuk
mengatahui sejauh mana cara Budidaya tanaman timun yang di lakukan sehingga
dapat memperoleh hasil yang di inginkan.
I.3. Tempat dan
Waktu Praktek Kerja Lapang
a. Tempat Praktek Kerja Lapang
Praktek Kerja
Lapang ini dilaksanakan di desa Padamulya Kecamatan Pasirwangi Garut
b. Waktu Praktek
Kerja Lapang
Praktek kerja
dilaksanakan selama 2 bulan yang dimulai
22 Nov 2014 sampai dengan 23 Des 2014. Adapun jadwal praktek kerja lapang
tersebut sebagaimana tertera pada tabel 1.
Tabel 1. Jadwal
praktek kerja lapang.
|
No
|
Tanggal/Bulan/Tahun
|
Jenis
Kegiatan
|
|
1
2
3
4
5
|
22 Nov 2014
25 Nov 2014
27 Nov 2014
29 Nov 2014
18 April 2011
|
Pengesahan judul
Mencari data sekunder
Berangkat ke lokasi praktek
Survey mengumpulkan data dilokasi praktek dengan
cara menanyakan tentang tanaman kepada para petani
Penyusunan laporan
|
I.4. Metode Praktek Kerja Lapang
Metode yang
digunakan dalam praktek lapang adalah metode survey yaitu mengadakan pengamatan
langsung kelokasi praktek guna mendapatkan data primer yang diperoleh dari
praktek petani, PPL.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.Botani
Tanaman Timun
Timun atau
ketimun di jawa barat disebut Bonteng (Cucumis sativus. L). Termasuk
famili cucu rbitacea, yaitu suatu tanaman yang
bunganya berbentuk terompet berjenis satu, berumah satu pula, artinya bunga
jantan dan bunga betina terpisah. Akan tetapi masih dalam satu pohon. Bunga
betina mempunyai bakal buah yang membengkak. Terletak di bawah mahkota bunga.
Sedangkan pada bunga jantan bagian yang membengkakitu tak ada. Warna buah
mentimun muda berkisar antara hijau, hijau gelap, hijau muda, dan hijau
keputihan sampai putih.tergantung kultivar yang di usahakan. Panjang dan
diameter buah timun 12-25 cm dengan diameter antara 2-5 cm. Bentuk buah timun
eliptika elongated (bulat panjang), timun berdaun tunggal. Bentuk, ukuran, dan
kedalaman lekuk daun mentimun berpariasi, tergantung dari spesies dan
kalvitarnya. Panjang daun antara 7-20 cm, panjang tangkai daun 5-15 cm.
Pinggiran daun berlekuk antara 3-5 cm dengan susunan daun berselang-selang.
Pada daun yang masih muda menyerupai pohon palem dan sudut-sudutnya meruncing.
Sementara pada daun tua menyerupai bulat telur, tetapi pangkal daun mempunyai
lekukan.
2.2.
Syarat-Syarat Tumbuh Tanaman Timun
2.2.1.
Tanah
Pada dasarnya
mentimun dapat tumbuh dan beradaptasi di hampir semua tanah. Tanah mineral yang
bertekstur ringan sampai pada bertekstur liat berat dan juga pada tanah organik
seperti tanah gambut dapat di usahakan sebagai lahan penanaman timun. Kemasan
tanah yang optimal untuk timun adalah antara 5,5-6,5. Jenis tanah yang cocok
untuk tanaman timun adalah aluvia, latosol dan andosol. Tanaman timun dapat
tumbuh baik diketinggian 0 – 1.000 M diatas permukaan laut. Diketinggian lebih
dari 1.000 M diatas permukaan laut. Penanaman timun harus menggunakan mulsa
plastik hitam perak karena diketinggian penggunaan mulsa tersebut dapat
meningkatkan suhu tanah dan suhu disekitar tanaman.
2.2.2.
Iklim
Untuk tumbuh baik tanaman Timun menginginkan suhu
tanah 18- 30 ºC. Namun untuk perkecambahan biji, suhu optimun yang
dibutuhkan antara 25 – 35 ºC. Cahaya yang di butuhkan berlangsung antara 8 – 12
jam/hari. Kelembaban yang dikehendaki oleh tanaman timun antara 50 =- 85 %,
curah hujan yang optimum 200 – 400 mm/bulan. Curah Hujan yang terlalu
tinggi tidak baik untuk pertumbuhan tanaman timun, terlebih pada saat mulai
berbunga karena curah hujan yang tinggi akan banyak menggugurkan bunga.
BAB III
KEADAAN UMUM DAERAH PRAKTEK KERJA LAPANGAN
kecamatan Pasirwangi
merupakan salah satu wilayah yang berada dalam Kabupaten Garut. Ini adalah
tempat yang strategis untuk sayuran
3.2. Keadaan Iklim
Iklim di
kecamatan pasirwangi menurut data curah hujan dan jumlah hari hujan selama
priode 2015diperoleh gambaran bahwa antara musing pengujan dan musim kemarau
tidak menunjukan perbedaan yang nyata.hujan turun hampir sepanjang tahun
walaupun terdapat variasi bulan basah dan bulan kering.
3.3. Topografi
Topografi
merupakan salah satu faktor penting yang tidak hanya berpengaruh terhadap
tanahnya. Kecamata Pasirwangi umumnya menurut peta geografi mempunyai
relief daerah Pegunungan, air yang berlebihan berakibat buruk terhadap
pertumbuhan timun. Ditanah yang becek, benih timun akan membusuk dan tidak
tumbuh. Oleh karena itu bagi tanah yang becek, saluran drainase dengan jarak 3-
4 Mperlu dibuat sepanjang petakan.
3.4. Jenis Tanah
Menurut hasil
pengamatan kami dilapangan jenis tanah di Pasirwangi umumnya adalah jenis
tanah lempung berpasir dan padsolid merah kuning dengan struktur gumpal dan
struktur halus, dengan derajat kemasaman Tanah (pH) antara 6,0-6,8
3.5.Keadaan penduduk
Jumlah penduduk
kecamatan Pasirwangi tahun 2010 tercatat berdasarkan data yang di perinci
kelompok umur seperti tertera pada tabel 6.
Tabel 6. Penduduk menurut kelompok umur di
kecamatan Pasirwangi tahun 2011
|
No
|
Usia
|
Jumlah
|
||
|
1
|
0 – 2 Tahun
|
184
|
||
|
2
|
3 – 4 Tahun
|
166
|
||
|
3
|
4 – 6 Tahun
|
272
|
||
|
4
|
7 – 12 Tahun
|
582
|
||
|
5
|
13 – 15 Tahun
|
261
|
||
|
6
|
16 – 19 Tahun
|
541
|
||
|
7
|
20 – 30 Tahun
|
767
|
||
|
8
|
31 – 45 Tahun
|
523
|
||
|
9
|
46 – 60 Tahun
|
382
|
||
|
10
|
61 – 70 Tahun
|
245
|
||
|
11
|
71 >
|
117
|
||
|
JUMLAH
|
3866
|
|||
Sumber : Badan
Pusat Statistik
Menurut data di
atas dapatlah di ketahui di kecamatan Pasiwwangi mempunyai potensi tenaga kerja
yang cukup besar untuk pengembangan usaha di bidang pertanian sebagai
sumber mata pencaharian.
BAB IV
BUDIDAYA
TANAMAN TIMUN ( Cucumis Stivus.L)
Budidaya
tanaman timun didesa Pasirwangi telah lama di kenal oleh para petani.
Namun mamfaat tanaman ini, masyarakat masih banyak yang belum tau nilai vitamin
yang terkandung dalam buah timun.
4.1. Pengolahan tanah
Tanaman timun
berakar serabut sehingga lingkungan tanah bagi perakaran harus baik agar
pertumbuhan dan hasil yang diperoleh memuaskan. Tanah diolah sedalam 20-30 cm.
Lahan harus dibersihkan dari gulma. Drainase harus di atur dengan baik sedalam
30-40 cm. Kemudian membuat bedengan dengan lebarnya 1,2-1,5 M dan tinggi antara
30-50 cm. Diatas bedengan di buat lubang larikan sedalam 10 cm untuk
mendapatkan pupuk dasar (pupuk kandang ) dan penanaman biji timmun.
4.2. Benih
Penanaman timun
tidak melalui pesemaian. Tetapi biji langsung di tanam di lahan penanaman.
Sebelum di tanam sebaiknya biji di rendam dengan air hanngat 37 atau dalam larutan previkul N dan Antracal dengan
dosis 5 cc/liter air. Lama penyiraman 2 jam. Tujuan perendaman ini untuk
menghilangkan sumber penyakit yang ada di permukaan benih. Selanjutnya benih di
simpan di dalam baki dalam keadaan basah selama kurang lebih 24 jam dan di
tutup dengan kain kasa sampai benih kelihatan muncul bakal kecambah kemudian
langsung di tanam di lapangan. Benih yang di gunakan adalah varietas lokal
kebutuhan benih 1-2 Kg/Ha.
4.3. penanaman
Benih timun
yang sudah di kecambahkan di tanam langsung di lubang tanam yang di buat dengan
cara penugalan sedalam 5 cm. Benih di tanam sebanyak 2 biji/lubang. Selanjutnya
lubang di tutup sedalam 1 cm. Jarak tanam yang di gunakan 30X60 cm.
4.4. Pemeliharaan
Agar di peroleh hasil yang memuaskan tanaman timun
harus di peliharab dengan baik :
4.4.1. Penyiraman
Penanaman
timur pada musim kemarou perlu dilakukan penyiraman 2 kali sehari yaitu
pagi dan sore hari apabila kekurangan air tanaman akan tumbuh merana bahkan
mudah mati. Sebaliknya pada saat musim hujan tidak perlu dilakukan penyiraman.
4.4.2.
Pemupukan
Jenis pupuk
yang digunakan dapat berupa pupuk organik. Pupuk organik berupa pupuk kandang
biasanya di berikan pada saat pengolahan tanah.
4.4.3.
Pemasangan Ajir
Pemasangan ajir
dilakukan pada umur 2 minggu untuk ajir di gunakan bambu yang dibelah-belah
sebesar dua jari dengan panjang 2 meter. Ajir dipasang di atas bedengan
tujuannya agar pembentukan buah tidak terhalang sehingga buahnya normal dan
lurus.
4.4.4.
Pemberantasan Gulma
Jenis gulma
yang biasanya ditemui diareal penanaman timur adalah jukutd paid, kawawatan dan
galiasoga panniflora. Usaha pegendalian dengan penarapan sistem dengan tangan
atau kared pada umur 2 - 4 minggu dalam pengendalian gulma dilakukan bersamaan
pengemburan tanah.]
4.4.5.
Pemberantasan Hama dan Penyakit
Hama yang sering menyerang timun adalah oteng-oteng (Erilachna SP) yang sering
memakan daun timun. Hama ini dapat diberantas dengan intektisida folidol atou
diazinan 0,2 %. Serta penyakit layu yang disebabkan oleh virus mozaik. Biasanya
banyak terjadi pada musim hujan yaitu apabila tanah terlalu basah. Bila keadaan
malam hari mendung maka sering timbul penyakit embun. Pemberantasannya disemprot
dengan Dithane M-45 atau Antracol 0,2% asalkan belum terlambat.
4.5. Pemanenan
Timun dapat dipanen pada umur 30 -50 hari setelah tanam. Ciri buah sudah dapat
dipanen adalah buah berukuran cukup besar, tetapi masih ada durinya. Panjang
buah 10 – 30 cm atau tergantung jenis yang diusahakan pemanenan dilakukan
dengan interval waktu 2 hari sekali. Cara panen dilakukan dengan memotong
tangkai buah dengan pisou atau gunting.
BAB V
PEMBAHASAN
Berdasarkan
hasil observasi lapang selama pelaksanaan praktek kerja lapang ternyata
budidaya tanaman timun (Cucuism Sativus L) di desa kecamatan Pasirwangi masih
menggunakan cara tradisional lebih kurang 50 %, sedangkan selebihnya sudah
menggunakan cara modern:
5.1. Pengolahan Tanah
Mengolah lahan
sesuai dengan ketentuan teknik yaitu pengolahan sedalam 20-30 cm yang dilakukan
dengan mecangkul. Lahan yang tidak luas dapat di kerjakan dengan mencangkul
dalam mengolah lahan agar tanaman tumbuh dengan baik dan subur .
5.2. Benih
Benih yang di
gunakan adalah varietas local atou benih yang di buat sendiri dari hasil panen
di kebun sendiri. Untuk mendapat produksi yang baik harus menggunakan benih
yang berlabel yang diproduksi oleh stasiun benih. Kebutuhan benih antara 1 – 2
Kg/Ha.
5.3. Penanaman
Penanaman di
lakukan dengan tunggal sedalam 5 cm. Benih ditanam sebanyak 2 biji/lubang.
Jarak tanam yang di gunakan 30x60 cm biji tumbuh setelah 3 – 5 hari kemudian.
5.4. Penyiangan
Penyiangan
yang di maksud untuk membuang gulma yang tumbuh di sekitar tanaman timum.
Karena gulma dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Untuk penanaman timun di
Desa Padamulya penyiangan telah dilakukan dengan baik.
5.5. Hama dan Penyakit
Untuk
menanggulangi serangan hama dan penyakit petani di Desa Padamulya sebagian ada
yang menyomprot dengan Dithene M-45 dan menurut jenis hama yang menyerang
bahkan ada yang tidak menyomprot sama sekali.
5.6. Pemupukan
Hasil yang
diharapkan dari tanaman timun adalah buahnya. Sementara petani hanya memupuk
pupuk kandang.pupuk kandang banyak mengandung unsur N. Sedangkan diperlukan
untuk menghasilkan buahnya belum di laksanakan dengan sempurna.
5.6. Pemanenan dan hasil
Penanaman di
lakukan pada 2 – 3 bulan di panen 2 hari sekali.
5.7. Urayan Pembiayaan
Urayan
Pembiayaan bisa dilihan pada tabel
|
NO
|
URAIAN
|
BANYAKNYA
BARANG
|
BIAYA
|
|
1
|
Pupuk Kandang
|
60 Karung
|
600.000,00
|
|
2
|
Benih
|
4 Kantong
|
120.000,00
|
|
3
|
Dithane/Antracol
|
1 Kg/1 Kg
|
180.000,00
|
|
4
|
Plastik Mulsa
|
Setengah Rol
|
200.000,00
|
|
5
|
Mencangkul
|
-
|
450.000,00
|
|
6
|
Ajiran
|
1600 Batang
|
500.000,00
|
|
7
|
Diazinine
|
2 Kantong
|
60.000,00
|
|
8
|
NPK/ZA/PHONSKA
|
1 Karung
|
680.000,00
|
|
9
|
Benih Bela
|
4 kantong
|
120.000,00
|
|
10
|
Pupuk Daun
(Super Gro)
|
1 botol
|
25.000,00
|
|
11
|
Scor/Amistar
|
1 Botol Kecil
|
100.000,00
|
|
TOTAL
|
3.035.000,00
|
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1. Kesimpulan
Penanaman timun yang dilaksanakan di Desa padamulya yaitu secara langsung
dimulai, ada yang menguntungkan ada yang tidak menguntungkan, yang
menguntungkan bagi mereka yangf menggunakan benih yang berlabel, pemupukan yang
berimbang, pemasangan ajin dan perawatan yang benar. Sedangkan yang tidak
menguntungkan bagi yang menggunakan benih sembaranngan dan tidak tahu cara
membudidayakan yangn baik.
6.2. Saran-Saran
Dalam praktek kerja
lapang ini penyusun menyarankan beberapa hal :
6.2.1. Perlu adanya persediaan benih yang mencukupi
oleh instasi terkait sehingnga petani tidak menggunakan sembarang benih.
6.2.2. Perlu
adanya penellitian lebih lanjut tentang budidaya tananam timun.
6.2.3. Memberi informasi ada pengatahuan kepada petani
dalam usaha budidaya sehingga dapat dilaksanakan secara efektif dan efesien
mungkin mencapai produksi yang maksimal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar