Selasa, 03 Februari 2015

Laporan Magang Pertanian

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN
PROGRAM MAGANG MAHASISWA PADA  PERTANIAN
 PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM


Oleh:
HASANUDIN






SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI)
SILIWANGI GARUT
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Jl. Raya Leles No. 117 Leles-Garut Jawa Barat

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas segala limpahan rahmat, karunia dan pertolongan-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan akhir magang kerja yang berjudul Pengelolaan Perkebunan timun di Desa Padamulya Kec. Pasirwangi Garut.
Penulis menyadari telah banyak menerima bantuan dalam menyelesaikan laporan akhir magang kerja ini, sehingga penulis tidak lupa menyampaikan ucapan terimakasih banyak atas segala bantuan serta dukungan yang tulus dan ikhlas dari semua pihak,
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan akhir magang kerja ini masih terdapat kekurangan sehingga penulis mengharapkan saran dan masukan untuk penyempurnaannya.
Akhirnya penulis berharap semoga laporan akhir magang ini dapat diterima dan dilaksanakan sebagaimana mestinya.



Garut, Desember  2014
                                                                                  

                                                                                          Penulis










DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB  I PENDAHULUAN
1.1.1.      Latar Belakang
1.1.2.      Tujuan Praktek Lapang
1.1.3.      Tempat dan Waktu Praktek Kerja Lapang
1.1.4.      Metode Praktek Kerja Lapang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Botani Tanaman Timun
2.2. Syarat-Syarat Tumbuh Tanaman Timun
BAB111 KEADAAN UMUM DAERAH PRAKTEK KERJA LAPANGAN

3.1. Keadaan Iklim
3.2.Topografi
3.3. Jenis Tanah   
3.4. Keadaan penduduk
BAB IV BUDIDAYA TANAMAN TIMUN ( Cucumis Stivus.L)
4.1.Pengolahan tanah
4.2.   Benih
4.3.   penanaman
4.4. Pemeliharaan
4.5. Pemanenan
BAB V PEMBAHASAN
5.1.Pengolahan Tanah
5.2. Benih
5.3. Penanaman
5.5. Hama dan Penyakit
5.6. Pemanenan dan hasil
5.7. Rincian Biaya
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan
6.2. Saran-Saran 

BAB I
I.PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang
Meskipun bukan merupakan tanaman asli di Indonesia.Timun sudah sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia. Jenis sayuran dengan mudah dapat di temukan di seluruh pelosok Indonesia. Timun berasal dari bahagian Utara India kemudian masuk kewilayah mediteran yaitu China pada tahun 1882 Decondolle memasukan tanaman ini kedalam daftar tanaman asli India dan di China timun baru dikenal 2 abad masehi. Jenis timun tersebut yaitu sejenis timun liar yang dikenal dengan nama ilmiah Cucucmis Hardwichini Royle.
Timun atau bonteng (Cucumis sativus. L) merupakan tanaman semusim yang bersifat menjalar atau memanjat dengan perantaraan alat pemegang yang berbentuk pilin (spiral). Panjang batangnya 0,5m-1,5m. Timun sangatlah digemari oleh setiap orang  , walaupun tidak merupakan bahan sayuran. Buahnya segar jika dimakan dan rasanya dingin serta banyak mengandungi vitamin A,B, dan C.
            Timun dapat tumbuh di dataran rendah maupun di dataran tinggi sampai ketinggian 1.000m diatas permukaan laut. Akan tetapi yang terbaik didataran rendah orang banyak bertanam timun. Luas penanaman timun di Indonesia berkisar 13.500-17.500 hektar.
            Berdasarkan uraian di atas. Maka penyusun tetarik untuk mengadakan praktek kerja lapang (PKL) tentang budidaya timun agar dapat menghasilkan produksi yang optimal.

I.2. Tujuan Praktek Lapang
Praktek kerja lapang ini bertujuan :
1.   Sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan tugas magang wirausaha
2.   Untuk mengatahui sejauh mana cara Budidaya tanaman timun yang di lakukan sehingga dapat memperoleh hasil yang di inginkan.

I.3. Tempat dan Waktu Praktek Kerja Lapang
a.  Tempat Praktek Kerja Lapang
Praktek Kerja Lapang ini dilaksanakan di desa Padamulya Kecamatan Pasirwangi Garut
b. Waktu Praktek Kerja Lapang
Praktek kerja dilaksanakan selama  2 bulan yang dimulai 22 Nov 2014 sampai dengan 23 Des 2014. Adapun jadwal praktek kerja lapang tersebut sebagaimana tertera pada tabel 1.
Tabel 1. Jadwal praktek kerja lapang.
No
Tanggal/Bulan/Tahun
Jenis Kegiatan
1
2
3
4


5
22 Nov 2014
25 Nov 2014
27 Nov 2014
29 Nov 2014


18 April 2011
Pengesahan judul
Mencari data sekunder
Berangkat ke lokasi praktek
Survey mengumpulkan data dilokasi praktek dengan cara menanyakan tentang tanaman kepada para petani
Penyusunan laporan

I.4. Metode Praktek Kerja Lapang
Metode yang digunakan dalam praktek lapang adalah metode survey yaitu mengadakan pengamatan langsung kelokasi praktek guna mendapatkan data primer yang diperoleh dari praktek petani, PPL.





















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.Botani Tanaman Timun
Timun atau ketimun di jawa barat disebut Bonteng (Cucumis sativus. L). Termasuk
famili cucu rbitacea, yaitu suatu tanaman yang bunganya berbentuk terompet berjenis satu, berumah satu pula, artinya bunga jantan dan bunga betina terpisah. Akan tetapi masih dalam satu pohon. Bunga betina mempunyai bakal buah yang membengkak. Terletak di bawah mahkota bunga. Sedangkan pada bunga jantan bagian yang membengkakitu tak ada. Warna buah mentimun muda berkisar antara hijau, hijau gelap, hijau muda, dan hijau keputihan sampai putih.tergantung kultivar yang di usahakan. Panjang dan diameter buah timun 12-25 cm dengan diameter antara 2-5 cm. Bentuk buah timun eliptika elongated (bulat panjang), timun berdaun tunggal. Bentuk, ukuran, dan kedalaman lekuk daun mentimun berpariasi, tergantung dari spesies dan kalvitarnya. Panjang daun antara 7-20 cm, panjang tangkai daun 5-15 cm. Pinggiran daun berlekuk antara 3-5 cm dengan susunan daun berselang-selang. Pada daun yang masih muda menyerupai pohon palem dan sudut-sudutnya meruncing. Sementara pada daun tua menyerupai bulat telur, tetapi pangkal daun mempunyai lekukan.
2.2. Syarat-Syarat Tumbuh Tanaman Timun
2.2.1.      Tanah
Pada dasarnya mentimun dapat tumbuh dan beradaptasi di hampir semua tanah. Tanah mineral yang bertekstur ringan sampai pada bertekstur liat berat dan juga pada tanah organik seperti tanah gambut dapat di usahakan sebagai lahan penanaman timun. Kemasan tanah yang optimal untuk timun adalah antara 5,5-6,5. Jenis tanah yang cocok untuk tanaman timun adalah aluvia, latosol dan andosol. Tanaman timun dapat tumbuh baik diketinggian 0 – 1.000 M diatas permukaan laut. Diketinggian lebih dari 1.000 M diatas permukaan laut. Penanaman timun harus menggunakan mulsa plastik hitam perak karena diketinggian penggunaan mulsa tersebut dapat meningkatkan suhu tanah dan suhu disekitar tanaman.

2.2.2.  Iklim
Untuk tumbuh baik tanaman Timun menginginkan suhu tanah 18- 30 ºC. Namun untuk  perkecambahan biji, suhu optimun yang dibutuhkan antara 25 – 35 ºC. Cahaya yang di butuhkan berlangsung antara 8 – 12 jam/hari. Kelembaban yang dikehendaki oleh tanaman timun antara 50 =- 85 %, curah hujan yang optimum  200 – 400 mm/bulan. Curah Hujan yang terlalu tinggi tidak baik untuk pertumbuhan tanaman timun, terlebih pada saat mulai berbunga karena curah hujan yang tinggi akan banyak menggugurkan bunga.







BAB III
KEADAAN UMUM DAERAH PRAKTEK KERJA LAPANGAN

kecamatan Pasirwangi merupakan salah satu wilayah yang berada dalam Kabupaten Garut. Ini adalah tempat yang strategis untuk sayuran
3.2.   Keadaan Iklim
Iklim di kecamatan pasirwangi menurut data curah hujan dan jumlah hari hujan selama priode 2015diperoleh gambaran bahwa antara musing pengujan dan musim kemarau tidak menunjukan perbedaan yang nyata.hujan turun hampir sepanjang tahun walaupun terdapat variasi bulan basah dan bulan kering.

3.3. Topografi
Topografi merupakan salah satu faktor penting yang tidak hanya berpengaruh terhadap tanahnya. Kecamata  Pasirwangi umumnya menurut peta geografi mempunyai relief daerah Pegunungan, air yang berlebihan berakibat buruk terhadap pertumbuhan timun. Ditanah yang becek, benih timun akan membusuk dan tidak tumbuh. Oleh karena itu bagi tanah yang becek, saluran drainase dengan jarak 3- 4 Mperlu dibuat sepanjang petakan.

3.4. Jenis Tanah   
Menurut hasil pengamatan kami dilapangan jenis tanah di Pasirwangi umumnya adalah jenis  tanah lempung berpasir dan padsolid merah kuning dengan struktur gumpal dan struktur halus, dengan derajat kemasaman Tanah (pH) antara 6,0-6,8

3.5.Keadaan penduduk
Jumlah penduduk kecamatan Pasirwangi tahun 2010 tercatat berdasarkan data yang di perinci kelompok  umur seperti tertera  pada tabel  6.
Tabel 6. Penduduk  menurut  kelompok umur di kecamatan Pasirwangi  tahun  2011

No
Usia
Jumlah

1
0 – 2 Tahun
184

2
3 – 4 Tahun
166

3
4 – 6 Tahun
272

4
7 – 12 Tahun
582

5
13 – 15 Tahun
261

6
16 – 19 Tahun
541

7
20 – 30 Tahun
767

8
31 – 45 Tahun
523

9
46 – 60 Tahun
382

10
61 – 70 Tahun
245

11
71 >
117
JUMLAH
3866

















Sumber : Badan Pusat Statistik

Menurut data di atas dapatlah di ketahui di kecamatan Pasiwwangi mempunyai potensi tenaga kerja yang cukup  besar untuk pengembangan usaha di bidang pertanian sebagai sumber  mata  pencaharian.








BAB IV
BUDIDAYA TANAMAN TIMUN ( Cucumis Stivus.L)
           
Budidaya tanaman timun didesa Pasirwangi  telah lama di kenal oleh para petani. Namun mamfaat tanaman ini, masyarakat masih banyak yang belum tau nilai vitamin yang terkandung dalam buah timun.

4.1.   Pengolahan tanah
Tanaman timun berakar serabut sehingga lingkungan tanah bagi perakaran harus baik agar pertumbuhan dan hasil yang diperoleh memuaskan. Tanah diolah sedalam 20-30 cm. Lahan harus dibersihkan dari gulma. Drainase harus di atur dengan baik sedalam 30-40 cm. Kemudian membuat bedengan dengan lebarnya 1,2-1,5 M dan tinggi antara 30-50 cm. Diatas bedengan di buat lubang larikan sedalam 10 cm untuk mendapatkan pupuk dasar (pupuk kandang ) dan penanaman biji timmun.

4.2.   Benih
Penanaman timun tidak melalui pesemaian. Tetapi biji langsung di tanam di lahan penanaman. Sebelum di tanam sebaiknya biji di rendam dengan air hanngat 37 atau dalam larutan previkul N dan Antracal dengan dosis 5 cc/liter air. Lama penyiraman  2 jam. Tujuan perendaman ini untuk menghilangkan sumber penyakit yang ada di permukaan benih. Selanjutnya benih di simpan di dalam baki dalam keadaan basah selama kurang lebih 24 jam dan di tutup dengan kain kasa sampai benih kelihatan muncul bakal kecambah kemudian langsung di tanam di lapangan. Benih yang di gunakan adalah varietas lokal kebutuhan benih 1-2 Kg/Ha.

4.3.   penanaman
Benih timun yang sudah di kecambahkan di tanam langsung di lubang tanam yang di buat dengan cara penugalan sedalam 5 cm. Benih di tanam sebanyak 2 biji/lubang. Selanjutnya lubang di tutup sedalam 1 cm. Jarak tanam yang di gunakan 30X60 cm.

4.4.   Pemeliharaan
Agar di peroleh hasil yang memuaskan tanaman timun harus di peliharab dengan baik :
4.4.1.   Penyiraman
Penanaman timur  pada musim kemarou perlu dilakukan penyiraman 2 kali sehari yaitu pagi dan sore hari apabila kekurangan air tanaman akan tumbuh merana bahkan mudah mati. Sebaliknya pada saat musim hujan tidak perlu dilakukan penyiraman.
4.4.2. Pemupukan
Jenis pupuk yang digunakan dapat berupa pupuk organik. Pupuk organik berupa pupuk kandang biasanya di berikan pada saat pengolahan tanah.
4.4.3. Pemasangan Ajir
Pemasangan ajir dilakukan pada umur 2 minggu untuk ajir di gunakan bambu yang dibelah-belah sebesar dua jari dengan panjang 2 meter. Ajir dipasang di atas bedengan tujuannya agar pembentukan buah tidak terhalang sehingga buahnya normal dan lurus.
4.4.4. Pemberantasan Gulma
Jenis gulma yang biasanya ditemui diareal penanaman timur adalah jukutd paid, kawawatan dan galiasoga panniflora. Usaha pegendalian dengan penarapan sistem dengan tangan atau kared pada umur 2 - 4 minggu dalam pengendalian gulma dilakukan bersamaan pengemburan tanah.]

4.4.5. Pemberantasan Hama dan Penyakit
        Hama yang sering menyerang timun adalah oteng-oteng (Erilachna SP) yang sering memakan daun timun. Hama ini dapat diberantas dengan intektisida folidol atou diazinan 0,2 %. Serta penyakit layu yang disebabkan oleh virus mozaik. Biasanya banyak terjadi pada musim hujan yaitu apabila tanah terlalu basah. Bila keadaan malam hari mendung maka sering timbul penyakit embun. Pemberantasannya disemprot dengan Dithane M-45 atau Antracol 0,2% asalkan belum terlambat.

4.5. Pemanenan
     Timun dapat dipanen pada umur 30 -50 hari setelah tanam. Ciri buah sudah dapat dipanen adalah buah berukuran cukup besar, tetapi masih ada durinya. Panjang buah 10 – 30 cm atau tergantung jenis yang diusahakan pemanenan dilakukan dengan interval waktu 2 hari sekali. Cara panen dilakukan dengan memotong tangkai buah dengan pisou atau gunting.
BAB V
PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil observasi lapang selama pelaksanaan praktek kerja lapang ternyata budidaya tanaman timun (Cucuism Sativus L) di desa kecamatan Pasirwangi masih menggunakan cara tradisional lebih kurang 50 %, sedangkan selebihnya sudah menggunakan cara modern:

5.1. Pengolahan Tanah
Mengolah lahan sesuai dengan ketentuan teknik yaitu pengolahan sedalam 20-30 cm yang dilakukan dengan mecangkul. Lahan yang tidak luas dapat di kerjakan dengan mencangkul dalam mengolah lahan agar tanaman tumbuh dengan baik dan subur .

5.2. Benih
Benih yang di gunakan adalah varietas local atou benih yang di buat sendiri dari hasil panen di kebun sendiri. Untuk mendapat produksi yang baik harus menggunakan benih yang berlabel yang diproduksi oleh stasiun benih. Kebutuhan benih antara 1 – 2 Kg/Ha.
5.3. Penanaman
Penanaman di lakukan dengan tunggal sedalam 5 cm. Benih ditanam sebanyak 2 biji/lubang. Jarak tanam yang di gunakan 30x60 cm biji tumbuh setelah 3 – 5 hari kemudian.

5.4. Penyiangan
 Penyiangan yang di maksud untuk membuang gulma yang tumbuh di sekitar tanaman timum. Karena gulma dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Untuk penanaman timun di Desa Padamulya penyiangan telah dilakukan dengan baik.
5.5. Hama dan Penyakit
Untuk menanggulangi serangan hama dan penyakit petani di Desa Padamulya sebagian ada yang menyomprot dengan Dithene M-45 dan menurut jenis hama yang menyerang bahkan ada yang tidak menyomprot sama sekali.

5.6. Pemupukan
Hasil yang diharapkan dari tanaman timun adalah buahnya. Sementara petani hanya memupuk pupuk kandang.pupuk kandang banyak mengandung unsur N. Sedangkan diperlukan untuk menghasilkan buahnya belum di laksanakan dengan sempurna.

5.6. Pemanenan dan hasil
Penanaman di lakukan pada 2 – 3 bulan di panen 2 hari sekali.
5.7. Urayan Pembiayaan
Urayan Pembiayaan bisa dilihan pada tabel
NO
URAIAN
BANYAKNYA BARANG
BIAYA
1
Pupuk Kandang
60 Karung
600.000,00
2
Benih
4 Kantong
120.000,00
3
Dithane/Antracol
1 Kg/1 Kg
180.000,00
4
Plastik Mulsa
Setengah Rol
200.000,00
5
Mencangkul
-
450.000,00
6
Ajiran
1600 Batang
500.000,00
7
Diazinine
2 Kantong
60.000,00
8
NPK/ZA/PHONSKA
1 Karung
680.000,00
9
Benih Bela
4 kantong
120.000,00
10
Pupuk Daun (Super Gro)
1 botol
25.000,00
11
Scor/Amistar
1 Botol Kecil
100.000,00
TOTAL
3.035.000,00


BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan
     Penanaman timun yang dilaksanakan di Desa padamulya yaitu secara langsung dimulai, ada yang menguntungkan ada yang tidak menguntungkan, yang menguntungkan bagi mereka yangf menggunakan benih yang berlabel, pemupukan yang berimbang, pemasangan ajin dan perawatan yang benar. Sedangkan yang tidak menguntungkan bagi yang menggunakan benih sembaranngan dan tidak tahu cara membudidayakan yangn baik.

6.2. Saran-Saran
      Dalam praktek kerja lapang ini penyusun menyarankan beberapa hal :
6.2.1. Perlu adanya persediaan benih yang mencukupi oleh instasi terkait sehingnga petani tidak menggunakan sembarang benih.
6.2.2. Perlu adanya penellitian lebih lanjut  tentang budidaya tananam timun.
6.2.3. Memberi informasi ada pengatahuan kepada petani dalam usaha budidaya sehingga dapat dilaksanakan secara efektif dan efesien mungkin mencapai produksi yang maksimal.


 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar